Tampilkan postingan dengan label Destiny. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Destiny. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2013

Ada apa saja di toko roti Jerman?

Well, ini adalah salah satu postingan yang saya ambil dari salah satu blog. Tapi karena lupa meng-copy-paste alamat URL blognya, jadi maafkan saya ya karena mengambil materi ini dari blog anda. Apabila anda membaca postingan ini, tolong diisikan alamat asli URL blog anda yang membahas mengenai hal ini pada kolom komentar :). Sekali lagi maaf.

****


Roti Jerman biasanya terbuat dari gandum penuh sehingga lebih keras rasanya jika dimakan. Serta dicampur ragi khusus yang agak masam rasanya. Selain lebih keras, roti sini lebih mantap alias mengenyangkan di dalam perut. Pantas jika dijadikan makanan pokok. Mereka kurang suka roti tawar putih seperti umumnya roti di tanah air. Seorang teman menyebut roti putih sebagai rati kapas. Sebab tak berasa kenyang ketika memakannya. Tak mengenyangkan dan cepat membuat lapar lagi.
Di Jerman, jarang sekali kami temukan sebuah jalan tanpa toko penjual roti. Murah dari toko murah hingga toko roti mewah. Mulai yang kuno penampakannya hingga termodern sekalipun. Semuanya mudah ditemukan dan dapat dipilih sesuai kemampuan kantong. Perkembangan terakhir adalah munculnya swalayan roti di tempat-tempat strategis di pusat kota, seperti mall atau stasiun. Harganya relatif murah, tapi pelayanannya minimal. Pembeli mengambil nampan, memilih dari puluhan jenis roti yang dipajang, lalu langsung membayar di kasir. Para turis mungkin akan lebih mudah untuk memilih maupun mengetahui bahan kue bersangkutan dari display di depan wadah roti besar mereka.
Meski di supermarket dan toserba juga tak kalah banyak menjual berjenis roti, sebagian orang Jerman memilih membelinya di toko roti. Untuk mendapatkan roti paling baru, langsung dari oven. Orang Jerman terkadang menyempatkan diri berkonsultasi dengan penjaga toko, untuk mengetahui jenis-jenis roti baru, roti dengan harga diskon di hari itu, dsb. Namun bagi mereka yang baru datang ke Jerman, belum mengenal berjenis roti mereka dan kesulitan mengeja nama-nama roti sini yang kadang aneh di lidah dan telinga, belum lagi bingung memilih dari sekian banyak roti, mungkin akan merasa kesulitan di sini. Selain roti, sebuah toko roti menjual jenis makanan lainnya. Apa saja?
Pretzel lunak tersedia di hampir semua roti. Warnanya coklat tua. Di Jerman namanya adalah Bretzel. Adonan bernama laugen juga dibuat roti bulat atau baguette. Kami suka bretzel isi irisan keju.
Kue black forest tak hanya menjadi stereotip Jerman. Dia diciptakan untuk membuat orang bahagia. Orang suka memesannya untuk teman minum teh atau kopi di sore hari. Kenikmatan kue ini akan berbaur dengan harum kopi.
Stollen, roti manis, sering dibuat dengan campuran buah kering atau manisan buah, adalah tradisi di hari natal. Di bulan Desember, stollen di jual di mana-mana. Toko-toko roti, super market, swalayan dan pasar natal.
Vanillekipferl, roti kering rasa vanila berbentuk bulan sabit, juga merupakan makanan favorit di kala natal. Orang bisa membelinya di toko roti di musim natal, meski katanya buatan sendiri adalah yang terenak.
Roti bulat putih, alias broetchen di sebagian besar, di daerah selatan disebut semmel - adalah roti umum untuk sarapan. Dia biaa dihidangkan dengan bermacam tambahan. Asin seperti potongan keju, sayuran, atau acar. Atau manis, dengan tambahan selai, madu atau krim coklat.

Reichstag - Gedung parlemen kekaisaran Jerman

Setiap kota di dunia pasti mempunyai paling tidak satu ikon yang khas yang diketahui banyak orang. Paris memiliki menara eiffel, italy memiliki menara pisa yang miring, belanda indentik dengan kincir angin, jakarta punya monas, dsb. Nah, walaupun banyak objek yang sangat menarik di berlin seperti tembok berlin dll, tapi dilihat dari banyaknya antrian untuk mengunjunginya, tampaknya gedung reichstag merupakan satu ikon baru yang sangat menarik untuk dikunjungi di kota berlin.


Gedung reichstag di berlin didirikan sebagai tempat di mana reichstag, atau parlemen kekaisaran jerman, akan bersidang. Gedung ini dibuka pada tahun 1894 dan memberi tempat reichstag sampai tahun 1933. Kemudian sekali lagi menjadi tempat parlemen jerman mulai tahun 1999 sampai sekarang.


Agak membingungkan, parlemen jerman sekarang disebut bundestag. Reichstag sebagai parlemen kembali kepada hari-hari kekaisaran suci romawi dan berhenti ada pada tahun-tahun kekuasaan jerman nazi (1933-1945). Dalam percakapan sehari-hari di jerman dalam bahasa jerman, istilah reichstag merujuk kepada gedungnya, sedangkan bundestag merujuk kepada institusinya.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/28/Reichstag_pano.jpg/800px-Reichstag_pano.jpg

sepintas gedung ini tampak biasa-biasa saja, seperti gedung kuno pada umumnya. Perhatikan satu kubah di atas gedung yang hanya terlihat sedikit dari depan. Itulah bagian yang paling menarik dari gedung ini.

dari posisi foto di atas kita sudah bisa melihat, apa istimewanya kubah tersebut. Ini adalah kubah transparan raksasa yang sangat berkesan hi-tech dan futuristik. Mungkin ingin memberikan kesan bahwa jerman adalah ahlinya dalam teknologi tinggi. Di kulit bagian dalam kubah ada tangga yang dibuat melingkar menuju ke atas (puncak kubah). Jadi, pengunjung yang ingin menuju puncak, tinggal menelusuri tangga yang cukup landai, akan berputar beberapa kali mengikuti kulit kubah menuju ke atas sambil menikmati indahnya kota berlin ke berbagai sudut pandang.

http://farm1.static.flickr.com/214/500273882_ccb8c40c35.jpg

perhatikan jalan melingkar ke atas, serta core kubah. Inti kubah yang terletak di bagian tenga adalah cermin yang disusun seperti foto di atas. Jika kita memandangnya, maka kita bisa melihat cermin diri kita disana. Di bagian bawah inti ini, dikelilingi oleh satu informasi tentang jerman

http://farm4.static.flickr.com/3002/2904087529_51f785dd96.jpg

nah di puncak kubah bagian atasnya ada ruang terbuka ke udara, sehingga kadang ada burung merpati masuk di area puncak kubah. Pemandangan ke luar dan ke dalam dua-duanya sangat menarik. Foto berikut memperlihatkan dua pemandangan tersebut. source:kaskus.us

Pohon Linden















Linden atau diterjemahkan dengan nama Tilia dalam bahasa Indonesia adalah sebuah pohon yang berasal dari wilayah Eropa tengah dan timur.

Nama latinnya adalah Tilia platyphyllos.

Pohon Linden merupakan salah satu jenis pohon yang sering tumbuh di hutan musim dan hutan homogen di wilayah pegunungan bagian tengah (tidak terlalu tinggi).

Tinggi pohon ini dapat mencapai 40 meter dan diameter batangnya sekitar 1,8 meter.

Warna daunnya hijau tua dan berbentuk hati. Lebar daun sekitar 6-15 cm.

Pohon Linden berbunga pada bulan Juni dan bunganya berwarna putih kehijauan. Pohon ini dapat tumbuh sampai berumur ratusan tahun.

Pohon Linden merupakan salah satu pohon yang multifungsi.

Pada umumnya ia ditanam sebagai pembatas jalan atau penghias taman seperti yang terdapat pada salah satu jalan utama di Berlin yang bernama Unter der Linden.

Bunganya menghasilkan banyak madu yang manis untuk makanan lebah.

Kayunya juga sangat berguna untuk kayu bakar dan merupakan salah satu pohon yang baik untuk ditebang karena ia dapat tumbuh dengan cepat.

Pucuk-pucuk mudanya yang lembut juga seringkali dimasak sebagai salad.

Konon katanya pohon ini juga dapat menyembuhkan penyakit epilepsi dan bunganya sering diseduh dalam teh untuk minuman relaksasi.

Pada abad pertengahan, kayu pohon Linden digunakan untuk seni ukir dan pembuatan patung.

Dalam bidang budaya, pohon Linden dijadikan sebagai penanda pusat kota atau desa.
Tradisi ini berawal dari zaman dahulu kala dan sekarang pohon-pohon yang berusia ratusan tahun ini dapat ditemukan di beberapa pusat kota-kota tua di Jerman. Di bawah pohon inilah para warga kota dan desa berkumpul dan mengadakan pesta. Mereka menari di bawah pohon ini sehingga ada sebuah jenis pohon Linden di Jerman yang dikenal dengan nama Tanzlinden (Tanz = Tarian). Seringkali setelah berakhirnya suatu perang atau wabah penyakit, penduduk kota atau desa menanam pohon Linden yang dianggap sebagai simbol perdamaian. Salah satunya adalah ketika Perjanjian Westphalia yang mengakhiri perang 30 tahun di Jerman ditandatangani. Selain dua hal di atas, pohon Linden digunakan untuk tempat pertemuan para penduduk dan tempat melangsungkan upacara pernikahan.

Dalam mitologi Teutonic atau Norse, pohon Linden dianggap (atau didedikasikan) sebagai dewi Freyja (atau Frau Holle), dewi cinta, kecantikan dan kesuburan. Mungkin karena daunnya yang berbentuk hati? Atau karena kecenderungan bahwa pada abad pertengahan, pohon ini sering digunakan para pasangan untuk duduk di bawahnya sembari memadu kasih. Karena dedikasi ini pula (mungkin) masyarakat menganggap pohon ini berjenis kelamin perempuan. Maka dalam bahasa Jerman disebut die Linden. Sementara itu pohon oak yang sering ditemukan tumbuh dekat pohon Linden didedikasikan untuk Thor, dewa petir.

Mitos ini lain lagi dalam mitologi Yunani. Dikisahkan bahwa Zeus dan Hermes yang menyamar untuk turun ke dunia manusia dan melihat apa yang dilakukan manusia mencari tempat tinggal. Tidak ada seorang pun yang bersedia menerima mereka kecuali pasangan suami istri Philemon dan Baucis. Pasangan ini kemudian diberi hadiah sesuai permintaan mereka. Karena mereka meminta untuk tidak melihat pasangannya mati lebih dulu maka ketika keduanya mati, Philemon dijadikan pohon oak dan Baucis sebagai pohon Linden. Karena itu sampai sekarang kedua pohon ini sering ditemukan tumbuh berdekatan. Karena cerita ini juga, pohon Linden menjadi simbol cinta, kebaikan hati, persahabatan dan keramahan.

Dalam mitologi Celtic ada kisah lain lagi. Pohon Linden dianggap dapat memberikan kebijaksanaan dan keadilan maka suatu pengadilan terbuka di masa abad pertengahan seringkali dilakukan di bawah pohon ini. Kepercayaan ini juga terdapat di Jerman maka pada abad pertengahan pun pengadilan desa di Jerman dilakukan di bawah pohon Linden.

Pohon Linden sangat populer dalam seni sastra khususnya kesusastraan Jerman. Pohon Linden banyak disebut dalam puisi maupun prosa. Minnelied (syair/lirik cinta yang populer di Jerman pada abad pertengahan) karangan penyair ternama Walther von der Vogelweide berjudul Under der Linden. Syair ini mengisahkan tentang seorang gadis desa yang menceritakan pengalamannya bercinta dengan seorang ksatria di bawah pohon Linden.

Under der linden an der heide
Da unser zweier bette was
Da mugt ir vinden schone beide
Gebrochen bluomen unde gras
Vor dem walder in einem tal
Tandaradei!
Schone sanc diu nahtegall

Ich kam gegangen zuo der ouwe,
Do was min friedel komen e.
Da wart ich enpfangen here frouwe,
Daz ich bin sael;lic iemer me.
Kuster mich? Wol tusentunt!
Tamdaradei!
Seht, wie rot mir ist der munt.


Kemudian Bettina Brentano, saudara perempuan dari Clemens Brentano pun menulis pada saudara laki-lakinya sebagai berikut:
Die Linden blühen, Clemente, und der Abendwind schüttelt sich in ihren Zweigen. Wer bin ich, daß ihr mir all euren Duft zuweht, ihr Linden? Ach, sagen die Linden, Du gehst so einsam zwischen unseren Stämmen herum und umfaßt unsre Stämme, als wenn wir Menschen wären, da sprechen wir dich an mit unserm Duft.
Sebuah puisi karangan Wilhelm Mueller yang juga dibuat musikalisasi oleh Franz Schubert yang berjudul Am Brunnen vor der Tore juga menyebutkan pohon ini.
„Am Brunnen vor dem Tore, da steht ein Lindenbaum: ich träumt in seinem Schatten so manchen süßen Traum; ich schnitt in seine Rinde so manches liebe Wort; es zog in Freud und Leide zu ihm mich immer fort.“
Bahkan sastrawan nomor satu Jerman, Johann Wolfgang von Goethe pun menuliskan dalam salah satu briefromannya, Die Leiden des Jungen Werthers bahwa sang tokoh utama cerita, Werther sangat menyukai pohon Linden dan meminta ketika meninggal dikuburkan di bawah pohon ini.


Baden wurttemberg

Baden wurttemberg merupakan salah satu Negara bagian di Jerman yang kaya akan kumpulan kesustreraannya, Negara bagian yang memiliki jaringan penerbit terpadat di Jerman dan pada umumnya terkenal sebagai daerah penyair dan pemikir.
Landesverband Baden-Wurttemberg des Borsenvereins fur den Deutschen Buchhandel (Asosiasi Pengusaha Retail, Distributor, dan Penerbit Buku Jerman, Negara bagian Baden-Wurttemberg) sejak tahun 1980 telah menyelengggarakan pameran keliling. Pameran mengambil tema “Autoren aus Baden-Wurttemberg und Ihre Bucher’(Peulis-penulis asal Baden-Wurttemberg dan hasil karya-karyanya)

Membingungkan

Kacau. Membingungkan. Semuanya membingungkan. Iya. Aku menghadapinya jadi bingung sendiri. Nggak serta merta merasa senang diber...