Selasa, 28 Agustus 2012

One Day (My new baby)









--------Sinopsis-------


Aku terlalu sering merasa kagum terhadap seseorang. Tetapi tidak pernah merasakan perasaan yang sama yang seperti sedang kurasakan saat ini. 

            Melihat dia berdiri tepat di depanku, hanya berjarak sepuluh langkah dari tempatku berpijak, sudah membuatku berdiri membeku. 

            Melihatnya mengulas senyum manis, membuat kerja jantungku menjadi tak beraturan. 

            Membalas tatapan teduh dari kedua bola mata bening itu, membuatku seolah ikut terhanyut dalam pesonanya. 

            Mendengar suara lembut yang sudah sangat kurindukan itu, membuat lidahku kelu. 

            Harum tubuhnya yang dihantarkan oleh sepoian angin, membuat nafasku tercekat. 

            Dan melihat kedua pipinya dijalari rona merah, bersemu malu, membuatku lupa bagaimana caranya bernafas dengan benar. 

            Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta? 

            Aku hampir mati karena kerja jantungku mulai tak normal. Aku hampir mati karena lidahku kelu. Aku hampir mati karena rasa tecekat ini. Aku hampir mati karena tak tahu bagaimana caranya bernafas. 

            Aku hampir mati karena perasaan bahagia yang menderu-deru kencang. Segala macam rasa bahagia dan senang ini seperti air bah yang bisa tumpah ruah kapan pun. 

Semua yang kurasakan saat ini adalah karena kau berdiri tepat di depanku, mengulas senyum lembut dengan tatapan mata teduh, kedua pipi merona malu, dan suara lirihmu yang memanggil namaku dengan buncahan rindu.

  Tuhan bantu hamba-Mu ini keluar dari seretan hebat pesona yang ditebarkan olehnya.








*********


Akhirnya setelah 3 bulan pengerjaan. Buku kedua sudah jadi dan siap lahir :D. Yeah \(^o^)/.

setelah sebelumnya gagal menang di lomba Korea Story Kontest. Naskah One Day saya coba untuk kirim ke penerbit by pass. Semoga saja kali ini saya dan penerbit ini berjodoh, dan One Day bakal lolos penerbit major. 


tapiiiiiiiiiiiiii. Yang mau baca duluan bisa dibeli di Nulisbuku.com. Yang sudah membantu saya untuk yang kedua kalinya.
Tapi harus sabar menunggu, karena dua minggu yang akan datang bukunya baru bisa dipesan dan dinikmati :)



but, bagi yang ingin dapat gratis dan mau memberi beberapa reviewnya, bisa mendapatkannya dua minggu lagi lewat kuis di twitter saya. 
difollow ya di follow ;) @sucikudo 

Terima kasih untuk doa-doanya yang sudah mendukung kelancaran buku kedua :)


pay-pay ^^

Senin, 02 Juli 2012

Senja


Senja.
Ia terpatri jelas di mata ku.
Laksana zamrud di sore hari.

Senja.
Mengingatkan ku pada pertemuan pertama kita.
Pertemuan indah yang membuatku jatuh cinta kepada mu.
Pertemuan yang membuatku terpana akan pesona mu.

Senja.
Mengingatkan ku pada hembusan nafas mu yang hangat.
Mengingatkan ku pada suara lembut khas milik mu.
Senja pula yang membuatku tersipu karena melihat mu.

Senja.
Ia melukiskan nama mu di ufuk barat sana.
Melukis langit begitu indah.

Senja.
Ia menemani sore mu. Menemani mu yang asik berkutat dengan bola.
Basket dan senja adalah hal yang terpatri jelas di dalam memori ku ketika aku melihat mu.

Senja.
Mengingatkan ku akan warna pipi mu yang merona ketika kau terengah lelah.

Semua.
Semua yang tercipta jelas melalui senja selalu mengingatkan akan sosok diri mu.
Sosok yang ku kagumi.
Sosok yang membuatku terpana akan dirinya.
Sosok yang membuatku terpaku karena pesonanya.
Sosok yang membuatku tersipu karena melihat senyumnya.
Sosok yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama.

Semua.
Semua tentang mu.
Semua ucapan lembut mu.
Setiap hembusan nafas mu.
Setiap tatapan hangat yang terpancar jelas di kedua bola mata mu.
Semuanya.
Ia melekat sempurna.
Dan senja sore ini.
Senja dimana langit kembali melukiskan nama mu.
Aku hanya ingin mengatakan sesuatu.
Selamat tinggal.
Iya selamat tinggal.

Selamat tinggal untuk senja hari ini.
Selamat tinggal untuk semua memori indah kala senja merona.
Tapi kau tenang saja.
Aku selalu mengenang senja dengan senyum. Tanpa air mata dan kesedihan.

Aku hanya ingin bilang.
“Selamat tinggal sayang”.
Iya selamat tinggal.
Berbahagialah dengan kekasih baru mu.
Berbahagialah dengan seseorang yang menempati sudut hati mu saat ini.
Semoga kalian selalu berbahagia.

Kau tidak perlu meminta maaf.
Karena aku tahu.
Di sudut hatimu sudah tidak ada lagi tempat untuk mengukir nama ku.
Namanyalah yang sekarang menjadi dewi utama mu.
Aku akan mundur perlahan.
Melepas mu.
Membebaskan mu dari semua hal yang menyangkut diri ku.
Terbang dan kepakan sayap mu bersamanya.
Aku akan melihat kalian dari bawah dengan ditemani oleh senja yang merona.

Sekali lagi.
Selamat tinggal.
Berbahagialah.
Terima kasih untuk semuanya.

Namamu akan selalu terlukis sempurna di ufuk barat sana kala senja merona.

Membingungkan

Kacau. Membingungkan. Semuanya membingungkan. Iya. Aku menghadapinya jadi bingung sendiri. Nggak serta merta merasa senang diber...